Jadi Talenta Digital yang Adaptif dan Punya Growth Mindset setelah Belajar di Coding Camp

Jadi Talenta Digital yang Adaptif dan Punya Growth Mindset setelah Belajar di Coding Camp

Cerita Nisa Agustina, Talenta Digital Lulusan Coding Camp powered by DBS Foundation

Menjadi seorang talenta digital tak hanya memerlukan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri, tetapi juga kemauan dan kemampuan untuk beradaptasi. Hal itu Nisa Agustina (23) pahami secara baik sehingga ia menjadi pribadi dengan semangat belajar yang tiada henti.

Teknologi terus berkembang, dan Nisa tahu, bahwa talentanya juga harus turut berkembang. Oleh karenanya, perempuan asal Kabupaten Bandung ini memperlihatkan kesungguhannya kala belajar di Coding Camp powered by DBS Foundation meski saat itu, ia sudah bekerja secara purnawaktu.

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Apa yang membuat semangat belajar Nisa terus menyala? Mari kita temukan jawabannya dengan membaca cerita lengkapnya!

Haus akan Ilmu Membuat Nisa Ikut Pelatihan di Dicoding

Lahir di Kabupaten Bandung, Nisa telah mengenal komputer sejak kecil meski hanya sebatas Microsoft Office. Ketertarikannya pada dunia teknologi berkembang ketika seorang guru menyarankannya untuk melanjutkan studi ke SMKN 1 Katapang dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Di sanalah perjalanan Nisa sebagai programmer dimulai.

Meski sudah belajar teknologi di sekolah, rasa haus ilmunya tak berhenti. Nisa mencari berbagai sumber belajar tambahan hingga akhirnya menemukan Dicoding. Platform ini memberinya kesempatan untuk belajar secara mandiri dan memperdalam pemrograman melalui berbagai program yang ditawarkan.

“Dicoding sangat membantu saya dalam memahami konsep pemrograman dengan materi yang jelas dan studi kasus yang relevan,” ujar Nisa.

Belajar di Coding Camp powered by DBS Foundation dengan Lingkungan yang Suportif

 

Lulus dari SMK, Nisa berhasil memulai kariernya sebagai programmer di Four Vision Media. Di kantor, ia bertanggung jawab mengembangkan aplikasi berbasis web, melakukan bug fixing, deployment, dan maintenance dengan teknologi Laravel dan Vue.js. 

Selain mengembangkan sistem informasi berbasis ERP, Nisa juga mengerjakan beberapa proyek company profile website dengan CMS yang dikembangkan di tempatnya bekerja.

Tantangan bekerja di dunia teknologi membuat Nisa semakin terdorong untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Meski sudah berkarier secara purnawaktu, semangat belajarnya tak padam. Ia sadar bahwa di industri teknologi, seseorang harus terus beradaptasi dengan perkembangan yang cepat.

Kesadaran inilah yang mendorong Nisa untuk mengikuti program Coding Camp powered by DBS Foundation yang ia ketahui dari Dicoding. Dalam Coding Camp, ia memilih alur belajar Back-End Developer. Ia merasa pengalaman belajarnya sangat menyenangkan berkat kehadiran mentor dan teman-teman yang suportif.

“Saya merasa nyaman belajar di Coding Camp karena ada banyak teman yang juga punya semangat belajar tinggi. Kami sering bertukar ide dan saling mendukung,” ungkapnya.

Menyeimbangkan Waktu antara Kerja dan Belajar di Coding Camp powered by DBS Foundation

Selama mengikuti Coding Camp, Nisa dihadapkan dengan berbagai tantangan baru. Salah satunya adalah mengelola waktu antara pekerjaan dan belajar. Sepulang kerja, ia harus tetap menyisihkan waktu untuk menyelesaikan materi dan tugas yang diberikan dalam kelas.

Terkadang, rasa lelah setelah seharian bekerja menjadi kendala tersendiri. Namun, motivasi untuk terus belajar dan berkembang selalu lebih besar daripada rasa lelahnya. Coding Camp tidak hanya mengasah keterampilan teknis Nisa, tetapi juga meningkatkan kemampuannya dalam manajemen waktu dan pemecahan masalah.

Selain belajar secara mandiri, Nisa juga banyak berinteraksi dengan sesama peserta dan mentor di Coding Camp.

“Salah satu hal yang saya suka dari Coding Camp adalah adanya mentor yang siap membantu. Jika ada kesulitan dalam memahami materi, kita bisa langsung bertanya dan mendapatkan arahan,” kata Nisa.

Keberadaan mentor dan komunitas yang suportif membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Ikut Coding Camp Menginspirasi Nisa untuk Lanjutkan Studi S1

Bagi Nisa, kelas di Coding Camp powered by DBS Foundation yang paling berdampak pada pekerjaannya saat ini adalah kelas testing dengan Postman. Kelas itu membantunya mendeteksi kesalahan pada REST API yang ia kembangkan. 

Selain itu, kelas struktur kode dan formatting membantunya menulis kode yang lebih rapi serta mudah dibaca oleh programmer lain. Materi yang disampaikan dalam Coding Camp sangat relevan dengan kebutuhan industri sehingga ia bisa langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pekerjaannya sehari-hari.

Setelah menyelesaikan Coding Camp, Nisa merasa lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia kini lebih terampil dalam menulis kode yang bersih dan efisien serta lebih mampu menyelesaikan permasalahan teknis dengan cepat. 

Pengalaman di Coding Camp juga membantunya dalam membangun pola pikir adaptif. Dengan teknologi yang terus berkembang, ia lebih siap menghadapi tantangan baru dan berani mengambil langkah besar dalam kariernya.

“Belajar di Coding Camp juga menginspirasi saya untuk melanjutkan studi ke Universitas Cyber Asia, jurusan Informatika. Saya ingin menempuh pendidikan lebih tinggi demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Keputusan tersebut tidaklah mudah, mengingat Nisa harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan pengembangan diri. Namun, semangat belajarnya yang tinggi membuatnya yakin untuk terus maju.

“Kemampuan untuk Beradaptasi adalah Modal Utama Talenta Digital.”

“Kemampuan untuk Beradaptasi adalah Modal Utama Talenta Digital.”

Coding Camp juga mengajarkannya nilai disiplin dan ketekunan. Selama mengikuti program ini, ia belajar untuk lebih teliti dalam menyelesaikan tugas, mengelola emosi ketika menghadapi tantangan, serta mengasah kemampuan berpikir logis saat menyelesaikan permasalahan. Semua keterampilan ini sangat berharga untuk menunjang pekerjaannya sebagai seorang programmer.

Selain itu, Coding Camp juga memberikan wawasan baru tentang pentingnya soft skill dalam dunia kerja. Keterampilan ini menjadikan Nisa lebih siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dalam kariernya. Kepada sesama talenta digital perempuan, Nisa berpesan agar tidak mudah menyerah dan terus mengembangkan diri.

“Jangan takut untuk terjun ke dunia teknologi. Industri ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman adalah modal utama yang perlu kita miliki sebagai seorang talenta digital,” tutupnya.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.