Cerita Arlian Gutama, Lulusan Program Beasiswa IDCamp
Berangkat dari rasa penasaran, Arlian Gutama (28) mendalami ilmu teknologi dengan sungguh-sungguh. Sempat berkuliah di jurusan Informatika dan bekerja menjadi seorang talenta digital, Arlian masih memiliki semangat belajar yang tinggi untuk memperluas wawasannya.
Dalam perjalanannya, Arlian belajar dalam program beasiswa IDCamp. Machine Learning menjadi learning path pilihannya karena ketertarikannya terhadap kecerdasan buatan (AI). Bagaimana Arlian kemudian bertumbuh dalam program ini? Mari kita baca cerita lengkapnya!
💻 Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangKetertarikan terhadap Teknologi yang Berangkat dari Banyak Pertanyaan
Lahir di Kabupaten Blitar, Arlian Gutama tumbuh sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Sejak remaja, ia sudah memiliki ketertarikan besar terhadap teknologi, meski awalnya hanya sekadar bermain game dan berselancar di media sosial di warnet.
Namun, kebiasaan ini perlahan berubah menjadi rasa penasaran yang mendalam. Ia banyak bertanya: Bagaimana komputer bekerja? Bagaimana internet bisa menghubungkan banyak orang dalam hitungan detik? Bagaimana sebuah aplikasi atau web dapat beroperasi secara real-time?
Rasa penasaran inilah yang akhirnya membawa Arlian memilih untuk melanjutkan pendidikan di jurusan Informatika, Universitas Brawijaya. Selain didorong oleh minatnya, ia juga menyadari bahwa prospek karier di industri teknologi diprediksi akan terus berkembang. Keputusan ini terbukti menjadi langkah yang tepat bagi perjalanan profesionalnya.
Investasi Terbaik adalah Investasi pada Ilmu Pengetahuan
Selepas menyelesaikan studinya, Arlian memulai karier profesional sebagai IT Middleware & API di BCA Finance pada 2019. Selama setahun bekerja, ia merasa perlu memperdalam pemahamannya di dunia pemrograman dan AI.
Kesempatan itu datang melalui program IDCamp 2020, ketika ia mengambil kelas “Memulai Pemrograman dengan Python” dan “Belajar Machine Learning untuk Pemula“. Informasi tentang IDCamp ini ia dapatkan dari media sosial, dan tanpa ragu, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keahliannya.
Kini, Arlian telah berkembang menjadi seorang Assistant Manager – Programmer di Bank Indonesia, bertanggung jawab sebagai Back-End Developer untuk Digital Workplace di institusi tersebut. Meski telah mencapai posisi yang sekarang, ia tetap berpegang pada prinsip bahwa investasi terbaik adalah investasi dalam ilmu pengetahuan.
Selain itu, menurutnya, dunia teknologi terus berkembang pesat, dan satu-satunya cara untuk tetap relevan adalah dengan terus belajar serta beradaptasi. Oleh karenanya, pada 2024, Arlian kembali bergabung dengan IDCamp, kali ini untuk memperdalam pemahamannya tentang Machine Learning.
Ketertarikan terhadap AI Membawa Arlian pada IDCamp
Bagi Arlian, perkembangan AI semakin tidak terhindarkan. Ia sendiri telah merasakan manfaat besar dari teknologi AI, seperti penggunaan ChatGPT dalam berbagai aktivitasnya.
Ketertarikannya terhadap AI mendorongnya untuk mencari tahu lebih dalam tentang cara kerja teknologi ini, yang akhirnya membawanya pada pemahaman bahwa deep learning adalah bagian dari machine learning.
Keberuntungan berpihak padanya saat IDCamp kembali membuka kelas Machine Learning. Tanpa berpikir panjang, Arlian mendaftarkan diri dan kembali menekuni pembelajaran dalam bidang ini. Ia menyadari bahwa ilmu yang diperolehnya bisa menjadi modal besar jika suatu saat ia ingin beralih karier ke bidang AI.
“Menurut saya, pembelajaran di IDCamp sangat insightful dan terstruktur. Materi yang disajikan mudah dipahami, ditambah dengan kehadiran mentor yang siap membantu ketika ada kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang kompleks,” tuturnya.
Namun, tantangan utama yang dihadapinya adalah mengatur waktu di tengah kesibukannya sebagai seorang profesional. Meski begitu, Arlian merasa sangat terbantu dengan adanya pengingat berkala dari tim IDCamp yang membuatnya tetap termotivasi untuk menyelesaikan modul-modul yang ada.
Bertumbuh di IDCamp dengan Mengerjakan Proyek Nyata
Saat belajar di IDCamp, salah satu aspek paling berkesan bagi Arlian adalah adanya proyek dengan studi kasus nyata, yang tidak hanya sebatas pengaplikasian teori, tetapi juga mengajarkan pendekatan problem-solving yang lebih luas.
Ia belajar bahwa dalam dunia teknologi, jangan pernah puas hanya dengan satu sumber informasi karena selalu ada banyak referensi lain yang bisa memperkaya pemahaman seseorang.
Bagian terbaik dari program IDCamp menurut Arlian adalah adanya review submission yang sangat mendetail. Reviewer memberikan masukan yang sangat berharga untuk menyempurnakan hasil proyek Arlian.
Selain itu, ada peluang mendapatkan beasiswa lanjutan bagi peserta yang berhasil lolos seleksi, yang semakin memotivasinya untuk menuntaskan pembelajaran dengan maksimal.
Setelah mengikuti kelas Machine Learning di IDCamp, Arlian memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai model machine learning dan penerapannya dalam dunia nyata.
Ia juga belajar cara melakukan pre-processing data, membangun model prediktif, serta mengevaluasi performa model agar lebih akurat. Pengalaman praktis yang didapat melalui proyek-proyek di IDCamp memberikan bekal berharga bagi perjalanan kariernya.
Arlian merasa bahwa setelah menyelesaikan IDCamp, pemahamannya terhadap machine learning semakin bertambah, dan ia semakin terdorong untuk menekuni bidang ini lebih serius. Ia yakin bahwa ilmu yang diperoleh tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kariernya di masa depan.
“Tingkatkan Keahlian agar Tetap Relevan di Masa Depan”
Bagi Arlian, semua kelas yang ada di IDCamp sangat bermanfaat. Namun, jika harus memilih, ia paling menyukai kelas “Belajar Machine Learning untuk Pemula” karena kelas ini menjawab banyak pertanyaannya mengenai dasar-dasar machine learning dan menjadi fondasi yang kuat dalam perjalanan belajarnya.
Ketika ditanya tentang pesan yang ingin ia bagikan kepada talenta digital lain, Arlian dengan rendah hati mengakui bahwa masih banyak figur lain yang lebih layak dijadikan panutan. Namun, jika ada satu hal yang bisa ia sampaikan, itu adalah
“Jangan biarkan rasa penasaranmu hanya menjadi sekadar rasa penasaran. Kejar dan cari tahu jawabannya. Jangan pernah cepat puas dengan pengetahuan yang dimiliki saat ini karena dunia teknologi berkembang begitu cepat. Teruslah belajar dan tingkatkan keahlian agar tetap relevan dalam era digital ini agar kita siap menghadapi tantangan di masa depan,” tutup Arlian.